Penampakan dari salah satu kamar kontrakan yang sering digunakan sebagai tempat esek-esek

Sukmajaya, inidepok.com – Omzet bisnis esek-esek berkedok kontrakan yang disewakan kepada sejumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) di kawasan Pasar Kambing Juanda Depok ternyata menggiurkan.

Berdasarkan informasi yang didapat tim Jaringan Berita Kota Depok (JBKD), salah seorang germo yang merangkap sebagai pemilik kontrakan berinisial “T” mempunyai 5 pintu di tempat tersebut.

Setiap harinya, “T” menyewakan kontrakannya kepada para PSK untuk dijadikan sebagai tempat prostitusi.

“Harga sewa yang dibandrol adalah Rp 70 ribu untuk sekali main”, ungkap “A”, salah seorang PSK yang enggan disebutkan namanya.

“A” mengaku, dalam sehari, dia bisa melayani 6 sampai 7 pria hidung belang yang datang ke tempat prostitusi pasar Kambing Juanda Depok.

“Untuk sekali kencan, tarifnya Rp 350 ribu sampai dengan 500 ribu. Kalau mau open BO sampai pagi, tarif minimalnya Rp 1 juta. Tergantung dari kesepakatan”, ungkap “A” yang mengaku berasal dari luar Kota Depok.

“A” juga mengungkapkan bahwa tidak sedikit kontrakan di Pasar Kambing Juanda Depok yang disewakan untuk tempat esek-esek.

“Banyak kok kontrakan di sebelah ini bisa di BO. Disini aman karena ada yang jaga. Tenang aja, dari mulai depan jalan masuk sudah ada yang ngawasin. Jadi kalau ada razia, pasti ada yang kasih info”, ujar “A” menceritakan.

“A” juga mengatakan bahwa setiap harinya, ada saja tamu yang booking PSK dan tempat kontrakan hingga pagi hari.

“Disini sering kok tamu yang BO sampai pagi. Pokoknya dijamin aman. Kalau gak aman, saya juga takutlah”, ungkap “A” sembari menyebutkan nama salah seorang preman yang merangkap sebagai pemilik kontrakan di tempat tersebut.

Baca juga : Kontrakan Esek-Esek “Bebas” Beroperasi di Depok, Omzetnya Capai Ratusan Juta

Dihubungi terpisah, NR, salah seorang tamu yang pernah menyewa jasa PSK di Pasar Kambing Juanda Depok juga membenarkan informasi tersebut.

Menurut NR, omzet pemasukan dari bisnis prostitusi di tempat itu sangatlah menggiurkan.

“Bayangkan saja. Jika dalam satu harinya 30 PSK yang ada di tempat itu bisa melayani 3 pria hidung belang dan menyewa kamar kontrakan sebesar Rp 70 ribu untuk setiap kali esek-esek, berarti omzet yang didapat oleh “T” bisa mencapai Rp 6.300.000,-“, ujar NR, Jumat (5/2/2021).

Lalu dalam satu bulan, lanjut NR, si “T” yang kabarnya juga merangkap sebagai koordinator germo di tempat itu diperkirakan bisa meraup untung sebesar Rp 189.000.000,- untuk biaya sewa 1 kontrakannya saja.

“Kalau “T” mempunyai 5 kontrakan, artinya dalam satu bulan dia bisa meraup untung dari bisnis esek-esek itu sebesar Rp 945 juta (30 PSK x 3 tamu x Rp 70 ribu x 30 hari). Apa tidak menggiurkan, dalam satu bulan pemasukannya bisa mencapai hampir Rp 1 miliar ?”, pungkas NR.

Informasi lain yang di dapat tim JBKD mengatakan, para mami (germo) yang membuka praktek prostitusi di Pasar Kambing Juanda Depok itu juga menawarkan bisnisnya melalui jejaring sosial, MiChat.

Selain esek-esek, kabarnya di lokasi itu juga sering dipakai sebagai tempat untuk berjudi dan transaksi narkoba.

Anehnya, meski praktek esek-esek berkedok kontrakan, perjudian dan transaksi narkoba itu sudah lama dilakukan, namun hingga kini tidak terlihat tindakan dari aparatur penegak hukum yang ada di Kota Depok. Ada apa ?

Puluhan kontrakan yang tiap malam terlihat ramai didatangi para tamu mulai pukul 22.00 wib itu pun terkesan dilindungi oleh oknum-oknum yang ingin mendapatkan “jatah” dari bisnis “lendir” tersebut. (Mfs)

 1,213 total views,  2 views today