Wow, DPRD Depok Temukan 76 Siswa “Jalur Ilegal” di SMAN 3

Sukmajaya, inidepok.com – Penambahan ruang kelas atau Rombel (Rombongan Belajar) pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di hampir semua sekolah tingkat SMA Negeri di Kota Depok menimbulkan banyak kecurigaan terkait adanya praktek pungli dan jual beli bangku.

Meski proses penerimaan siswa baru sudah selesai, namun kegaduhan dari masyarakat yang merasa proses PPDB tahun 2018 banyak terjadi kecurangan masih saja santer terdengar.

Baca Juga : Parah !!! Di SMAN 8 Depok, Uang Pembangunan Rp 6,5 juta per Siswa

Hal ini mendorong Ketua DPRD Kota Depok bersama Komisi D DPRD melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa sekolah yang banyak mendapat aduan adanya dugaan kecurangan tersebut. Salah satunya adalah di SMA Negeri 3 Depok yang berlokasi di Jalan Raden Saleh, Kecamatan Sukmajaya Depok.

Baca Juga : Banyak Pengaduan Soal Pungli, Ketua DPRD Sidak SMA Negeri di Depok

Dari hasil sidak di SMAN 3, ditemukan ada 76 orang siswa yang disinyalir masuk tidak melalui jalur resmi (baca : Jalur Ilegal), dimana jika menilik pada aturan Permendikbud No. 17 Tahun 2017 (Pasal 24), menyebutkan bahwa tingkat SMA dalam satu kelas paling banyak 36 peserta didik.

Namun fakta dilapangan, ditemukan bahwa di SMAN 3, jumlah siswa dalam satu kelasnya berjumlah 40 sampai 41 orang anak. Sementara jumlah kelas yang awalnya 9 kelas menjadi 10 kelas saat PPDB 2018.

Baca Juga : Ini, Bukti Kuitansi Pembayaran Uang Pembangunan di SMAN 8 Depok

“Siapa yang memberi kebijakan penambahan kelas ke-10 ini?,” tanya Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo kepada Sahid selaku Panitia PPDB di SMA Negeri 3, Jumat (10/8/2018).

Mendapat pertanyaan itu, Sahid menjawab bahwa kebijakan penambahan ruang kelas untuk menampung siswa adalah Kepala Sekolah.

“Itu kebijakan Kepala Sekolah. Setahu saya sudah koordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II Bogor-Depok,” jawab Sahid.

Tak hanya itu. Sahid juga meminta kepada DPRD untuk membongkar seluruh sekolah yang membuka tambahan kelas baru pada saat PPDB 2018 berlangsung.

“Biar adil, bongkar juga dong semua SMA Negeri se-Kota Depok”, pinta Sahid.

Baca Juga : Begini Modus Jual Beli Bangku ala Kepsek SMA Negeri di Kota Depok

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 3 Depok, Abdul Fatah bersikukuh bahwa penerimaan PPDB 2018 disekolahnya sudah sesuai dengan juklak juknis, yakni terdiri dari 9 rombel (kelas) dan masing-masing rombel terdiri dari 36 siswa.

“Karena minat anak-anak Depok tinggi untuk bersekolah di SMAN 3, jadi kami sedikit membuka kelonggaran-kelonggaran,” kelit Fatah saat ditanya wartawan.

Sebagai informasi, dalam waktu dekat seluruh anggota Komisi D DPRD Kota Depok akan kembali menggelar sidak monitoring hasil PPDB ke sekolah lain. Salah satunya adalah ke SMAN 8 Depok yang juga membuka 2 kelas tambahan pada saat PPDB 2018. (fer)

 

Artikel ini sudah ditayangkan di suaradepok.com dengan judul : “DPRD Temukan 76 Siswa “Jalur Ilegal” di SMAN 3 Depok, Ini Kata Panitia

282 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini