Wajib Dibaca !!! Inilah Syarat dan Aturan Baru PPDB Tahun 2019

Review Permendikbud No. 51 Tahun 2018

Putra-putri anda akan masuk sekolah jenjang TK, SD, SMP, SMA atau SMK pada tahun ajaran 2019 ini ? Anda perlu tahu aturan baru yang berlaku !

Bagi anda orang tua yang akan memasukkan putra-putrinya bersekolah, anda harus tahu bahwa sejak 31 Desember 2018 lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI), Muhadjir Effendy sudah menandatangani peraturan baru terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Aturan baru itu adalah Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 yang resmi menggantikan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018 tentang proses PPDB tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

Permendikbud No. 14 tahun 2018 diganti karena dinilai tidak sesuai lagi dengan perkembangan kebutuhan layanan pendidikan saat ini.

Lalu seperti apa persyaratan PPDB tahun 2019 ini ? Berikut hasil rangkuman berdasarkan Permendikbud No. 51 Tahun 2018.

JENJANG TK

Untuk pendaftaran peserta didik baru jenjang TK, persyaratan yang diamanatkan (Di dalam Permendikbud No. 51 Tahun 2018), yakni calon peserta didik berusia 4 – 5 tahun, untuk kelompok belajar A.

Dan untuk anak yang berusia 5 – 6 tahun, ditempatkan ke dalam kelompok belajar B.

JENJANG SD

Untuk jenjang sekolah dasar (SD), persyaratannya adalah anak (Calon peserta didik baru, red) berusia 7 tahun atau paling rendah berusia 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan.

Di dalam Pasal 7 ayat (2) Permendikbud No. 51 Tahun 2018, ditegaskan bahwa sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 tahun.

Dan untuk pengecualian syarat usia paling rendah 6 tahun sebagaimana dimaksud, diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.

Dalam hal psikolog profesional sebagaimana dimaksud tidak tersedia, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru sekolah sesuai bunyi Pasal 7 ayat (4) Permendikbud No. 51 Tahun 2018.

JENJANG SMP

Untuk penerimaan siswa di tingkat SMP,  calon peserta didik baru berusia paling tinggi 15 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan dan memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar (STTB) SD atau bentuk lain yang sederajat.

JENJANG SMA atau SMK

Untuk tingkat SMA atau SMK, calon peserta didik baru harus berusia paling tinggi 21 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan dan memiliki ijazah atau surat tanda tamat belajar SMP atau bentuk lain yang sederajat.

Selain itu, calon peserta didik baru juga harus mempunyai Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) SMP atau bentuk lain yang sederajat.

SMK dengan bidang keahlian, program keahlian atau kompetensi keahlian tertentu, dapat menetapkan tambahan persyaratan khusus dalam penerimaan peserta didik baru kelas 10 (sepuluh).

Namun demikian, persyaratan sebagaimana dimaksud dikecualikan bagi calon peserta didik yang berasal dari sekolah di luar negeri.

Syarat usia bagi calon peserta didik baru dibuktikan dengan akta kelahiran atau surat keterangan lahir yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang dan dilegalisir oleh lurah/kepala desa setempat sesuai dengan domisili calon peserta didik.

JALUR PENDAFTARAN PPDB 2019

Menurut Permendikbud No. 51 Tahun 2018, pendaftaran PPDB dilaksanakan melalui tiga jalur, yakni jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali.

Kuota yang diamanatkan untuk Jalur zonasi, paling sedikit 90 persen dari daya tampung Sekolah. Sedangkan untuk jalur prestasi dan jalur perpindahan tugas orang tua/wali, masing-masing mendapatkan kuota (paling banyak) 5 persen dari daya tampung sekolah.

Di dalam pasal 16 ayat (5) Permendikbud No. 51 tahun 2018 ditegaskan bahwa calon peserta didik baru hanya dapat memilih 1 dari 3 jalur pendaftaran PPDB sesuai dengan zonasi domisili tempat tinggal.

Namun demikian, calon peserta didik baru tetap bisa melakukan pendaftaran melalui jalur prestasi, di luar zonasi tempat tinggalnya.

Sementara dalam hal jalur perpindahan tugas orang tua/wali, kuota yang disediakan akan dialihkan ke jalur zonasi jika tidak terpenuhi.

Mengenai domisili dari calon peserta didik, didasarkan pada alamat kartu keluarga (KK) yang diterbitkan paling singkat 1 tahun sebelum pelaksanaan PPDB dimulai.

Atau bisa juga diganti dengan surat keterangan domisili dari RT/RW yang dilegalisir oleh lurah/kepala desa setempat yang menerangkan bahwa peserta didik sudah berdomisili paling singkat 1 tahun sejak diterbitkannya surat keterangan domisili tersebut.

Sebagai informasi, ketentuan mengenai jalur pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi, prestasi dan perpindahan tugas orang tua/wali sebagaimana dimaksud dalam Permendikbud No. 51 tahun 2018, dikecualikan untuk :

1. Sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat;
2. SMK yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah;
3. Sekolah Kerja Sama;
4. Sekolah Indonesia di luar negeri;
5. Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus;
6. Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan layanan khusus;
7. Sekolah ber-asrama;
8. Sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar;
9. Sekolah di daerah yang jumlah penduduk usia sekolahnya tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam 1 rombongan belajar (Rombel).

16,931 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini