Kantor BLP / ULP Depok yang berada di dalam lingkungan Balaikota Depok, Jl. Margonda Raya no. 54 Pancoran Mas Depok.

Balaikota, inidepok.com – Pengumuman pemenang lelang proyek Peningkatan Jalan Wilayah Kostrad yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) akhirnya dibatalkan.

Hal itu dilakukan setelah salah satu peserta lelang melakukan sanggahan atas pengumuman pemenang yang dianggap cacat dan tidak memenuhi prosedur persyaratan lelang.

Baca Juga : Pengumuman Lelang Proyek Jalan di Dinas PUPR Kota Depok Dicurigai, Begini Temuannya

“Iya, sanggahan kami diterima. Pengumuman pemenang dibatalkan dan dilakukan evaluasi ulang sampai tanggal 9 Desember 2019 mendatang. Saat ini belum ada lagi undangan untuk proses evaluasi selanjutnya. Di sistem LPSE juga belum mencantumkan lagi perusahaan yang lulus evaluasinya”, ujar Direktur PT Tri Rishot Uli Adam Sagala, Jumat (6/12/2019).

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Dinas PUPR Kota Depok diketahui melaksanakan proses lelang peningkatan jalan wilayah Kostrad dengan nilai HPS sebesar Rp 703.840.280,83.

Dalam proses pelelangan tersebut, panitia lelang di kelompok kerja (Pokja) Pemilihan II Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) ULP Depok disinyalir “bermain mata” dengan salah satu perusahaan peserta lelang.

Pengumuman pemenang lelang proyek jalan wilayah Kostrad

Berdasarkan data yang didapat inidepok.com, diketahui bahwa panitia di pokja II ULP Depok memenangkan perusahaan CV Dallah Jaya Utama yang beralamat di Jl. Mawar Raya No.184 Depok Jaya – Depok (Kota) – Jawa Barat dengan nilai penawaran lelang sebesar Rp 563.135.268,26 (Penawarannya turun sekira Rp 140 juta lebih dari nilai HPS proyek).

Pengumuman pemenang lelang yang dilakukan pada Rabu 20 November 2019 itupun menuai protes dari peserta lelang lain dan dilakukan proses sanggah.

Pasalnya, perusahaan yang dinyatakan sebagai pemenang lelang (CV Dallah Jaya Utama, red) tidak datang pada saat proses klarifikasi kelengkapan dokumen lelang.

Foto data absensi tamu di kantor ULP Depok, Jumat (15/11/2019).

Namun anehnya, panitia lelang di Pokja II ULP Depok diduga tetap “nekat” memenangkan perusahaan itu meski data bukti kehadiran Direktur CV Dallah Jaya Utama tidak ada di buku absensi ULP.

Kejanggalan

Dari delapan perusahaan peserta yang mengikuti proses pemasukan dokumen penawaran lelang, panitia diketahui mengundang tiga perusahaan yang dinilai terendah dan terlengkap.

Informasi yang di dapat menyebutkan bahwa ketiga perusahaan yang diundang untuk mengikuti proses evaluasi lanjutan adalah perusahaan peserta nomor urut 2, 3 dan 4 yakni CV Bella Persada Jaya, PT Tri Rishot Uli dan CV Jaya Konstruksi Persada.

Anehnya, setelah proses pengumuman, panitia lelang justru memenangkan peserta nomor urut 1 yakni CV Dallah Jaya Utama yang kabarnya tidak mendapatkan undangan untuk mengikuti proses klarifikasi dokumen kelengkapan lelang.

Perusahaan peserta nomor urut 4 (CV Jaya Konstruksi Persada) yang kabarnya mendapat undangan klarifikasi dibuat tidak mengikuti proses lelang sehingga seolah-olah peserta nomor urut 1 (CV Dallah Jaya Utama) dan peserta nomor urut 2 dan 3 yang diundang klarifikasi.

Data peserta lelang

“Ini ada yang aneh. Waktu klarifikasi, peserta yang diundang hanya perusahaan nomor urut 2, 3 dan 4. Tapi kenapa pada saat diumumkan, kok jadi peserta nomor urut 1 yang menang ?”,  Kan perusahaan tersebut tidak ikut proses evaluasi”, ujar Hendra, Direktur CV Bella Persada Jaya dengan nada heran.

Terpisah, Direktur PT Tri Rishot Uli Adam Sagala juga mengaku tak habis pikir. Pasalnya, dari jadwal undangan pembuktian kualifikasi dokumen yang dilayangkan panitia lelang di ULP Depok pada tanggal 15 November 2019, Direktur CV Dallah Jaya Utama tidak terlihat hadir dan mengikuti proses pembuktian kualifikasi kelengkapan dokumen perusahaannya.

“Saya dari jam 08.00 wib sampai jam 15.00 wib ada di ULP Depok, tapi tidak melihat Direktur CV Dallah datang dan melakukan proses pembuktian dokumen lelangnya. Ini kok aneh ya, bisa jadi perusahaan itu yang menang lelang ?”, ketus Adam curiga.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, Direktur CV Dallah Jaya Utama, Edmon Djohan mengaku bahwa perusahaannya mendapat undangan dari panitia ULP Depok untuk mengikuti proses pembuktian kualifikasi kelengkapan dokumen lelangnya.

Namun demikian, Edmon tidak menunjukkan bukti undangan resmi dari panitia lelang ULP Depok sebagaimana pengakuan yang disampaikannya.

Selain itu, berdasarkan data absensi tamu yang ada di meja penjagaan ULP Depok, tidak ditemukan bukti kehadiran Edmon Djohan pada tanggal 15 November 2019 (Pada saat jadwal pembuktian kualifikasi kelengkapan dokumen lelang sesuai waktu yang ditetapkan, red).

Sumber inidepok.com mengungkapkan bahwa Direktur CV Dallah Jaya Utama terlihat datang ke ULP Depok dan bertemu dengan Panitia Pokja II ULP pada tanggal 14 November 2019 atau satu hari lebih cepat dari jadwal proses lelang jalan wilayah Kostrad.

“Saya ketemu pak Sonny Pokja II ULP dan pak Edmon hari Kamis (14/11/2019) di kantor ULP. Kebetulan saya lagi ada sedikit keperluan dengan pak Sonny”, ujar MK, sumber inidepok.com, Senin (18/11/2019).

Panitia lelang Pokja Pemilihan II ULP Depok, Sonny yang dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp mengaku bahwa personel yang digunakan oleh CV Dallah Jaya Utama dobel.

“Personel yang diajukan sama. Ada yang ikut lelang di Pokja 1 dan di Pokja 2. Setelah komunikasi, perusahaan tersebut memilih untuk lanjut di pokja 2”, jawab Sonny singkat.

DATA LELANG

Nama Tender : Peningkatan Jalan Wilayah Kostrad;
Kategori Pekerjaan :  Konstruksi;
Instansi : Pemerintah Daerah Kota Depok;
Satker : DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG;
Pagu : Rp 720.000.000,00
HPS : Rp 703.840.280,83
Nama Pemenang : Cv Dallah Jaya Utama;
Alamat : Jl. Mawar Raya No.184 Depok Jaya – Depok (Kota) – Jawa Barat;
NPWP : 01.908.845.9-412.000;
Harga Penawaran : Rp 563.135.268,26
Harga Terkoreksi : Rp 563.135.268,26
Hasil Negosiasi : Rp 563.135.268,26

 206 total views,  2 views today