Sukmajaya, suaradepok.com – Kepala SMP Negeri 3 Depok, Erna Iriani bereaksi terkait pemberitaan yang menyebutkan adanya penerimaan siswa baru dari “jalur belakang” yang dilakukan di sekolah yang dipimpinnya.

Menurut Erna, penerimaan siswa baru tahun ajaran 2020/2021 yang masih terus dilakukan di SMPN 3 Depok (Hingga Rabu/22 Juli 2020, red) merupakan jalur optimalisasi berdasarkan hasil rapat dengan K3S dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok.

Erna tidak menampik pemberitaan yang telah dimuat suaradepok.com (JBKD Grup) dengan judul : Bongkar Akal-akalan PPDB di SMPN 3 Depok, LSM Jaman Segera Lapor Polisi dan Lakukan Aksi Unras.

Namun demikian, Erna memberikan penjelasan bahwa penerimaan siswa menggunakan jalur optimalisasi itu merupakan jawaban atas membludaknya animo masyarakat yang ingin bersekolah di SMPN 3 Depok.

“Sampai hari ini memang masih ada siswa yang melakukan daftar ulang menggunakan jalur optimalisasi. Hal itu dilakukan untuk mengisi kuota bangku kosong dan untuk menampung tingginya animo masyarakat yang ingin bersekolah di SMPN 3 Depok”, ujar Erna melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (22/7/2020) malam.

Lebih jauh mantan Kepala Sekolah SMPN 6 Depok ini mengatakan, penerimaan jalur optimalisasi di SMPN 3 Depok dilakukan bila ada kekosongan atau ada yang mengundurkan diri sehingga proses pelaksanaannya jadi lebih lama dan sangat merepotkan panitia (Penerimaan siswa).

“Semua siswa yang masuk lewat jalur optimalisasi di data oleh Disdik dan direkomendasikan untuk diterima di sekolah yg dituju sesuai dengan kemampuan daya tampung sekolah, termasuk di SMPN 3 Depok. Dalam pelaksanaan, kami juga selalu dipantau oleh Dinas”, pungkas Erna menjelaskan.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, SMPN 3 Depok terlihat masih menerima siswa baru hingga Rabu, 22 Juli 2020 kemarin.

Meski proses penerimaan jalur zonasi telah diumumkan pada 9 Juli 2020, namun hingga hari Rabu kemarin masih ada saja siswa yang diterima oleh pihak SMPN 3 melalui jalur “orang dalam”.

Statistik daya tampung siswa di SMPN 3 Depok sesuai data di situs Siap PPDBMenanggapi hal tersebut, Muniri selaku Sekjen LSM Jaringan Kemandirian Nasional Kota Depok (Jaman) mengaku sangat prihatin.

Menurut Munir (sapaan akrab Muniri, red), proses PPDB SMP tahun ajaran 2020/2021 sudah dicederai dengan adanya permainan curang yang disinyalir dilakukan oleh para oknum tenaga pendidik.

“Permainan “orang dalam” itu sudah tidak asing lagi dalam proses penerimaan siswa baru. Tetapi untuk tahun ini, permainannya sudah sangat kelewatan”, ujar Munir, Rabu (22/7/2020).

Menurut Munir, masalah PPDB ini kan persoalan yang reguler terjadi setiap tahunnya. Kenapa ini terjadi, salah satunya karena sistem PPDB yang tertuang dalam juklak-juknis tidak dijalankan. Justru sebaliknya, sistem yang ada saat ini terkesan dijadikan sebagai “alat mainan” oleh pihak-pihak tertentu.

“Terutama di sistem zonasi, ini kan kacau sebenarnya. Calon siswa yang radius rumahnya lebih dekat dengan sekolah dan sebenarnya paling berhak untuk bisa diterima, justru banyak yang tidak diakomodir dengan alasan yang terkesan mengada-ada. Tak hanya itu. Upaya Dinas Pendidikan Kota Depok yang meminta dukungan dari beberapa elemen yang ada di Kota Depok terkait upaya optimalisasi penerimaan siswa justru sarat dengan kepentingan oknum. Tujuannya sih baik, tetapi dalam pelaksanaanya justru membuat blunder dan terkesan ingin dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu”, pungkas Munir menyayangkan.

Untuk itu, lanjut Munir, LSM Jaman akan segera mengirimkan surat pemberitahuan ke Polres Depok untuk melakukan aksi unjuk rasa (Unras).

“Insya Allah besok (Kamis, 23/7/2020) kami akan laporkan rencana aksi kami ke Polres Depok. Kami ingin permasalahan seperti ini dapat dibongkar tuntas supaya tahu siapa dalang dibalik permainan ini. Jika ada pihak-pihak sekolah dan bahkan Kepala Dinas Pendidikan yang bermain api, kami minta agar pimpinan tertinggi di Kota Depok ini untuk segera memberikan tindakan tegas. Selain itu, kami ingin adanya transparansi dari pihak sekolah (SMPN 3, red) terkait siswa yang diterima karena ada temuan kami dilapangan yang nanti akan kami beberkan juga saat aksi unjuk rasa”, pungkas Munir mengakhiri. (Tim JBKD).

 672 total views,  1 views today