Pancoran Mas, inidepok.com – Sedikitnya 67 kios pedagang di Terminal Terpadu Kota Depok ditertibkan Satpol PP dalam rangka pembangunan Terminal Metro Stater.

Pembongkaran itu dibarengi dengan penutupan Terminal yang pembangunannya sudah tiga tahun terbengkalai.

Kabid Transmastibum Satpol PP Depok Kusumo mengatakan memberi waktu hingga Minggu (5/8/2018) bagi pedagang untuk membongkar kiosnya.

“Kalau masih ada yang belum bongkar maka kami akan bantu bongkar, terakhir hari Sabtu harus sudah selesai semua, karena Minggu sudah masuk alat-alat berat,” kata Kusumo di Pancoran Mas, Depok, Jumat (3/8/2018).

Kepada pedagang, Kusumo mengimbau agar pedagang tidak melawan ketika kios mencari nafkahnya dibongkar pemerintah.

Ia juga menegaskan Pemkot Depok tidak memberi pengganti lahan kepada puluhan pedagang yang kiosnya dibongkar.

Kusumo menyarankan pedagang untuk menyewa kios di sejumlah pasar tradisional yang ada di Depok.

“Karena tidak ada space atau lahan lain kami mohon maaf. Disarankan para pedagang bisa berjualan di pasar seperti Pasar agung itu masih kosong, memang jauh dari sini. Pasar kemiri pun juga banyak yang kosong, Pasar Cisalak juga bisa,” ujarnya.

Kusumo menyebut pedagang yang kiosnya ditertibkan untuk pembangunan Terminal dengan anggaran Rp 1,3 triliun itu menerima penertiban dengan legowo.

 805 total views,  1 views today