Konsultan pengawas dan tim dari Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Depok saat akan melakukan penghitungan volume hasil pekerjaan, Senin (28/12/2020) siang

Cimanggis, inidepok.com – Proyek penuraban Kali Laya di Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis Depok senilai Rp 1,5 miliar ternyata hanya mampu diselesaikan 85,09 persen.

Proyek yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok itu mulai dilaksanakan sejak 19 November 2020 dan batas waktu penyelesaian pekerjaannya adalah 18 Desember 2020.

Namun hingga 28 Desember 2020 (10 hari setelah batas waktu pelaksanaan berakhir, red), proyek yang dikerjakan oleh CV Marshada itu ternyata belum selesai juga.

Hasilnya, kontraktor pelaksana kegiatan hanya mampu menyelesaikan progress pekerjaan sekira 85,09 persen saja.

Penampakan bedeng dan papan proyek penuraban Kali Laya

Hal itu diungkapkan Konsultan Pengawas Penuraban Proyek Kali Laya, Radit saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (30/12/2020).

Menurut Radit, angka 85,09 persen itu didapati setelah adanya penghitungan volume pekerjaan yang dilakukan oleh konsultan bersama tim dari Bidang Sumber Daya Air di PUPR, Senin (28/12/2020) siang.

Meski demikian, Radit enggan menjawab apakah proyek penuraban itu akan tetap dilanjutkan ataukah akan di cut off oleh pihak penyedia kegiatan, yakni Dinas PUPR.

Dinding turab yang terlihat miring dan rawan ambruk

“Sesuai penghitungan dilapangan, hasilnya 85,09 persen. Terkait apakah pekerjaan ini akan dilanjutkan atau tidak, saya tidak berwenang untuk memberikan jawaban. Yang berhak memberikan jawaban adalah Kepala Bidang (Kabid) SDA. Tetapi jika Kabid sudah memberikan jawaban, baru saya mau berkomentar”, pungkas Radit.

Sayangnya, Kabid SDA Dinas PUPR Kota Depok, Deni Setiawan tidak bisa dikonfirmasi terkait hal tersebut.

Selama beberapa pekan, telepon seluler yang bersangkutan pun tidak bisa dihubungi oleh wartawan.

Supaya Tidak Gagal Paham, Baca Juga Berita yang Ini Bro : Proyek Turab Kali Laya Dikeluhkan, Dinas PUPR dan Kejari Kemana ya ?

Sementara itu, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Citra Indah Yulianty menegaskan bahwa tahun 2020 ini tidak ada pekerjaan fisik yang akan di cut off. Hal ini ditegaskan Citra melalui salah satu media online lokal Kota Depok.

Menurut Citra, pekerjaan fisik sampai akhir tahun ini mencapai 100 persen. Minggu kemarin sudah 90 persen yang PHO, Bina Marga tinggal dua titik lagi, minggu ini dipastikan rampung 100 persen.

Citra juga menambahkan, saat ini pihaknya tengah fokus pada pekerjaan admistrasi proyek infrastruktur dan dapat dipastikan hari Selasa (29/12/2020) pencairan dana sudah bisa dilakukan.

“Enggak ada yang cut off, sudah selesai semua. Kami sudah cek ke Bidang Bina Marga dan SDA, pekerjaan sudah rampung semua. Insya Allah sampai akhir tahun ini selesai 100 persen,” pungkas Citra seperti dikutip dari Jurnal Depok.

Sementara itu, beberapa orang wartawan tim Jaringan Berita Kota Depok (JBKD) mengaku diintimidasi oleh kontraktor pelaksana kegiatan proyek penuraban Kali Laya.

Informasi yang dihimpun redaksi inidepok.com, kontraktor berinisial STP itu mencak-mencak (baca : marah) kepada wartawan lantaran pekerjaannya sering mendapatkan sorotan dari berbagai media.

“Kalau dari awal mau tulis proyek saya, ya tulis aja. Jangan ambil uang saya dong”, ketus STP kepada sejumlah wartawan yang sedang mengikuti kegiatan penghitungan hasil volume pekerjaan yang dilakukan tim konsultan dan monitoring dari Bidang SDA, Senin (28/12/2020).

Mendengar perkataan dari pihak kontraktor (STP), dua orang wartawan media online nasional berinisial RIK dan TA pun langsung bertanya kepada STP, maksud ambil uang itu apa?

RIK dan TA merasa tidak pernah meminta uang kepada STP. Tetapi mereka pernah sekali dikasih uang bensin oleh yang bersangkutan sebesar Rp 100 ribu.

“Saya tidak pernah minta. Justru dia (STP) yang kasih uang bensin kok. Masa cuma gara-gara kasih uang bensin Rp 100 ribu lalu kami sebagai wartawan tidak boleh melakukan tugas kontrol sosialnya. Lagipula kami kan tidak meminta. Dia sendiri yang memberikan kepada kami”, ujar RIK yang dibenarkan oleh TA.

RIK dan TA pun meminta agar pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok tidak tinggal diam. Mereka berharap, Kejari dapat menindaklanjuti temuan media yang sudah memuat pemberitaan terkait proyek penuraban Kali Laya tahun anggaran 2020.

“Kalau perlu bahan dokumentasi foto dan video pekerjaan, kami siap memberikannya ke Kejaksaan”, tegas RIK dan TA kompak.

Supaya Tidak Gagal Paham, Baca Juga Berita yang Ini Bro : Waktu Habis, Proyek Turab Kali Laya Belum Selesai Dikerjakan ! Ternyata Seperti Inilah Hasil dan Cara Kerjanya

Sebagai informasi, proyek penuraban Kali Laya dikerjakan oleh perusahaan CV Marshada yang beralamat di Perum Diva Cluster Kav. E Rt.002/009 Kelurahan Mekarsari Kecamatan Cimanggis, Depok Jawa Barat.

Proyek Penurapan Kali Laya dilelangkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok melalui situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp 2 Miliar.

Dari 11 perusahaan yang mengikuti proses lelang, CV. Marshada (Nomor urut 2, red) dinyatakan sebagai pemenang lelang dengan nilai penawaran Rp 1.533.306.211,10. (tim)

(Penulis : M. Ferry Sinaga)

 2,277 total views,  1 views today