Sukmajaya, inidepok.com – Bintang Graceiana, salah seorang siswi lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Kota Depok terpaksa tidak dapat melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi (SMA).

Meski memiliki nilai hasil ujian yang cukup tinggi (rata-rata 90, red), namun siswi yang diketahui memiliki banyak prestasi ini tetap saja tidak mampu melanjutkan sekolah ke SMAN 2 Depok karena ditolak saat proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021 yang baru saja selesai digelar oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat.

Nilai Kelulusan
Nilai Kelulusan

Tak hanya itu. Meskipun jarak zonasi dari rumah ke sekolah tujuan (SMAN 2 Depok) hanya sekira 550 meter, namun putri kedua dari pasangan Agus Sutejo dan Chris Mulyowati ini juga harus menerima kenyataan bahwa ia tetap tidak dapat melanjutkan ke sekolah idamannya.

“Iya. Sampai saat ini anak saya belum bersekolah karena saat pendaftaran siswa baru kemarin ditolak. Saat ini saya bingung karena anak saya tidak mau bersekolah di tempat lain karena SMAN 2 Depok merupakan sekolah idamannya. Selain itu, jarak dari rumah ke sekolah hanya 5 menit sehingga bisa menghemat biaya dan waktu yang dikeluarkan”, ujar Agus Sutejo, orangtua dari Bintang Graceiana, Sabtu (25/7/2020).

Menurut Agus, sejak dinyatakan gagal masuk ke SMAN 2 Depok, anaknya lebih sering terlihat merenung dan menutup diri di rumah.

Anak keduanya itu terlihat sangat sedih dan tidak ceria seperti biasanya.

“Terus terang, sebagai orang tua tentu saja saya ikut bersedih. Tapi mau gimana lagi. Saat ini keadaan keluarga kami juga pas-pasan. Untuk masuk ke sekolah swasta, kami tidak ada biaya. Saya bingung, apa yang harus saya lakukan”, ujar Agus Sutejo menahan sedih.

Menanggapi hal ini, Sekjen LSM Jaringan Kemandirian Nasional Kota Depok (Jaman), Muniri mengaku sangat prihatin.

Prestasi Bintang Graceiana

Menurut Munir (sapaan akrab Muniri, red), proses PPDB SMA tahun ajaran 2020/2021 sudah dicederai dengan adanya dugaan permainan curang yang disinyalir dilakukan oleh para oknum tenaga pendidik di Kota Depok.

“Permainan “orang dalam” itu sudah tidak asing lagi dalam proses penerimaan siswa baru. Tetapi untuk tahun ini, permainannya sudah sangat kelewatan”, ujar Munir geram.

Dikatakan Munir, masalah PPDB ini kan persoalan yang reguler terjadi setiap tahunnya. Kenapa ini terjadi ? Salah satunya karena sistem PPDB yang tertuang dalam juklak-juknis tidak dijalankan dan justru sebaliknya, yakni sistem yang ada saat ini terkesan dijadikan sebagai “alat mainan” oleh pihak-pihak tertentu.

“Sistem zonasi yang ada saat ini justru dibuat kacau. Calon siswa yang radius rumahnya lebih dekat dengan sekolah dan sebenarnya paling berhak untuk bisa diterima, justru banyak yang tidak diakomodir dengan alasan yang terkesan mengada-ada. Padahal tujuan inti dari sitem zonasi jarak itu adalah untuk mengakomodir calon siswa yang rumahnya dekat dengan lokasi sekolah. Selain itu, dengan adanya sistem zonasi juga dapat menghemat biaya dan waktu serta mempermudah pengawasan orang tua terhadap putra-putrinya”, papar Munir menjelaskan.

Pria berdarah Madura ini juga berharap agar pihak-pihak terkait yang dalam hal ini KCD 2, Kepala Sekolah dan K3S SMA di Kota Depok dapat mempertimbangkan permasalahan sebagaimana disebutkan diatas.

“Jangan sampai nanti terjadi aksi-aksi yang tidak diinginkan sehingga membuat suasana Kota Depok tidak kondusif. Kami akan terus berjuang agar putra-putri berprestasi di Kota Depok seperti Bintang Graceiana ini agar bisa melanjutkan pendidikannya di sekolah yang layak sesuai amanat Undang-undang”, pungkas Muniri mengingatkan.

Sayangnya, hingga berita ini disusun, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat Wilayah 2 (Aang Karyana), Kepala SMAN 2 Depok (Siti Faizah) dan K3S SMA (Rahmat Muhamad) yang juga merupakan mantan Kepala SMAN 2 Depok belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini.

Inidepok.com (JBKD Grup) akan terus mencoba untuk mengkonfirmasikan permasalahan ini sehingga tahu alasan penolakan yang dilakukan saat proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021 yang baru saja selesai dilaksanakan.

Bukti pendaftaran online

Sebagai informasi, saat proses penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021, Bintang Graceiana diketahui melakukan pendaftaran online di 2 sekolah negeri.

Untuk pilihan pertama, Bintang memilih SMA Negeri 2 Depok yang berlokasi di jl. Gede Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya Depok.

Sementara untuk pilihan ke dua, Bintang Graceiana diketahui memilih SMAN 3 Depok yang berlokasi di jl. Raden Saleh, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya Depok.

Saat ini, Bintang Graceiana diketahui tinggal di Jl. Kenanga Baru Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya Depok bersama kedua orang tua dan tiga saudara kandungnya.

(Penulis : M. Ferry Sinaga)

 7,091 total views,  1 views today