Pengurus DPK Lakri Kota Depok Dibekukan

Sekjen DPN : Mereka Dilarang Memakai Atribut Lakri !

BOULEVARD, INIDEPOK.comDewan Pimpinan Nasional Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (DPN Lakri) memberhentikan dan membekukan kepengurusan Dewan Pimpinan Kota (DPK) Lakri Depok periode 2019-2022.

Pemberhentian itu tertuang dalam Surat Keputusan DPN Lakri Nomor 003/DPN-LAKRI/PEMB-DPK-LAKRI-KOTA DEPOK/V/2019 tertanggal 5 Mei 2019.

Surat Keputusan tentang Pembekuan (Penon-aktifan) Pengurus Dewan Pimpinan Lakri Kota Depok Masa Bhakti 2019-2022 itu ditandatangani oleh Ketua DPN Lakri HM. Steven Samuel Lahengko dan Sekjen DPN Lakri Bejo Sumantoro serta Ketua Dewan Pelindung DPN Lakri Brigjen Mar (Purn) S. H. Setyabudhie.

Didalam Surat Keputusan itu ditegaskan bahwa DPN Lakri resmi Mencabut Surat Keputusan 072/SK/DPN-LAKRI/II/2019 tentang Penetapan Dewan Pimpinan Kota Depok masa bhakti 2019-2022 sekaligus memberhentikan jajaran DPK Lakri Kota Depok sebagai pengurus maupun anggota Lakri.

Baca Juga : Ini Dia, Susunan Pengurus DPK Lakri Kota Depok 2019-2022 (yang Sudah Diberhentikan)

“Iya, benar. Setelah SK dicabut dan diberhentikan dari Lakri, para mantan pengurus DPK Lakri Kota Depok itu tidak diperkenankan melakukan aktifitas yang mengatasnamakan, termasuk menggunakan atribut Lakri”, tegas Sekjen DPN Lakri, Bejo Sumantoro melalui sambungan telpon, Senin (6/5/2019).

Sayangnya, Bejo enggan mengungkapkan alasan pemberhentian para pengurus dan anggota DPK Lakri Kota Depok masa bhakti 2019-2022 itu.

Namun rumor yang berkembang, para pengurus DPK Lakri Kota Depok itu diberhentikan karena dianggap sering meresahkan para pemangku jabatan di Kota Depok.

Baca Juga : Lelang Proyek PDAM Tirta Asasta Dicurigai, Lakri : Ada Dugaan Konspirasi

470 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini