Pembelian Buku Disoal, Oknum Kepsek SDN di Depok “Meradang”

Panggil Semua Orang Tua Siswa dan Cari Pelaku "Pembocor" Informasi

Sukmajaya, inidepok.com – Seorang oknum Kepala Sekolah (Kepsek) perempuan di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Depok meradang.

Gara-garanya, pembelian buku modul dan Tematik yang digunakan siswa-siswi untuk proses belajar mengajar disekolahnya bocor sehingga Kepala Dinas Pendidikan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sekolah yang dipimpinnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun INIDEPOK.com, Kepala Sekolah SDN berinisial A itu uring-uringan karena pembelian buku modul dan tematik di sekolahnya bocor ke wartawan.

Tak hanya itu. Akibat bocornya informasi terkait pembelian buku pelajaran itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M. Thamrin sampai sidak ke sekolah dan mempertanyakan terkait pembelian buku yang dimaksud.

Sidak yang dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok itu nampaknya membuat Kepsek “A” kesal. Sampai-sampai ia memanggil seluruh orang tua siswa untuk mencari pelaku pembocor informasi tersebut.

Tak hanya itu. Oknum Kepala Sekolah ini juga terkesan ingin menakut-nakuti para orang tua siswa dengan mengatakan bahwa dirinya mempunyai pengacara yang akan membantunya mencari si “pembocor” informasi.

“Kalau sampai ada guru di sekolah ini yang dikeluarkan (gara-gara bocornya informasi pembelian buku, red), maka siswa (Yang membocorkan) juga akan saya keluarkan, supaya adil”, ancam Kepala Sekolah seperti ditirukan SR, salah seorang ortu siswa, Rabu (6/2/2019).

Menurut SR, proses belajar mengajar di SD Negeri tempat anaknya bersekolah itu menggunakan buku-buku pelajaran yang bisa dibeli di toko buku Arba Books Griya Asri dan di toko buku Arya Duta Cilangkap.

“Untuk buku modul ada 8 buku. Harga perbukunya sekitar Rp 7 ribu rupiah. Sementara untuk buku Tema (Tematik, red) K.13 ada sekitar 8 buku dengan harga per bukunyabsekitar Rp 20 ribu rupiah”, ungkap SR.

Berdasarkan hasil penelusuran INIDEPOK.com di riwayat google, terlihat banyak warga yang mengaku bahwa Arba Books yang berlokasi di Ruko Griya Depok Asri, Sukmajaya Depok merupakan salah satu toko buku terlengkap dan termurah yang biasa dibeli para orang tua siswa.

Bahkan toko buku ini juga pernah digerebek sejumlah LSM Kota Depok karena dituding menjual buku-buku sekolah milik negara yang seharusnya dibagikan secara gratis kepada siswa.

Baca Infonya di sisi : Disebut Jual Milik Negara, Toko Buku di Depok Digeberek

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M. Thamrin sebenarnya sudah mewanti-wanti supaya pihak sekolah tidak menyarankan siswa untuk membeli buku pelajaran

“Karena itu sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyiapkannya”, ujar Thamrin.

Mantan Kepala Sekretariat DPRD Kota Depok ini juga mengatakan, pada Permendikbud No. 8 tahun 2017 juga secara tegas mengamanatkan bahwa SD Negeri tidak melakukan pungutan dalam bentuk apapun.

“Di peraturan itu terdapat salah satu poin penting, yakni sekolah wajib menggunakan minimal 20 persen alokasi dana BOS untuk pembelian Buku Teks Pelajaran (BTP) dan Buku Non Teks Pelajaran (BNTP)”, ungkap Thamrin.

Jika setiap siswa mendapat alokasi dana BOS sebesar Rp 800 ribu, lanjut Thamrin, maka 20 persen alokasi yang digunakan untuk BTP adalah Rp 160 ribu, sementara total harga buku dengan sembilan judul yang dibutuhkan itu hanyalah Rp 114.720,- per siswa.

“Dengan demikian, seharusnya setiap siswa bisa memperoleh BTP itu secara gratis. Tetapi jika ada orang tua siswa yang masih mendapat tagihan buku dengan jumlah di atas Rp 114.720, maka dapat dipastikan bahwa tagihan itu tidak sesuai dengan peraturan yang ada”, tegas Thamrin.

Untuk itu, lanjut Thamrin, kami akan segera melakukan sidak ke sejumlah sekolah untuk melakukan penelusuran terkait informasi ini.

Hingga berita ini dimuat, belum ada tanggapan dari pihak Sekolah. Kepala sekolah yang “meradang” itu pun belum bisa dikonfirmasi terkait masalah tersebut.

Namun dari informasi terakhir yang didapat INIDEPOK.com, Kamis (7/2/2019), pihak sekolah kembali mengumpulkan para orang tua siswa.

Pihak sekolah nampaknya masih getol ingin menemukan pelaku yang membocorkan informasi terkait pembelian buku modul dan tematik di SD Negeri tersebut.

17,159 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini