Kontraktor “Kakap” di Depok Nekat Abaikan Keselamatan Kerja

Kota Kembang, inidepok.com – Lima hari menjelang berakhirnya tahun anggaran 2019, sejumlah proyek bangunan yang digelar Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok masih terlihat dilaksanakan.

Banyak proyek pembangunan fisik yang progress pengerjaannya masih terlihat dibawah 80 persen.

Tak hanya itu. Dari pantauan inidepok.com, banyak juga rekananan (pelaksana) proyek yang terlihat mengabaikan aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) saat menyelesaikan pekerjaannya.

Proyek Rehabilatasi Kantor Kecamatan Sukmajaya

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Pembangunan Disrumkim Kota Depok, Sriyanto mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan teguran kepada dua pelaksana kegiatan, yakni kontraktor yang mengerjakan Rehabilitasi SDN Kalibaru 1 dan Gedung Pramuka.

Proyek Rehabilitasi SDN Kalibaru 1 Cilodong

“Kedua kontraktor yang mengerjakan proyek itu sudah kami tegur karena tidak mengenakan kelengkapan K3 saat bekerja”, ujar Sriyanto.

Pernyataan Sriyanto nampaknya tak digubris. Buktinya sejumlah proyek bangunan yang masih dikerjakan hingga saat ini tetap saja tidak mengindahkan himbauan untuk menggunakan K3.

Selain di SDN Kalibaru 1 Cilodong (Nilai Kontrak Proyek Rp 2.633.305.319,35), beberapa proyek yang masih terlihat bandel dengan mengabaikan aspek K3 tersebut antara lain, Pembangunan dan Penataan Lingkungan Gor Kota (Nilai Kontrak Rp18.517.389.000,00); Pembangunan Gedung Pramuka (Nilai Kontrak Rp 5.502.323.330,85); Rehabilatasi Kantor Kecamatan Sukmajaya (Nilai Kontrak Rp 6.613.433.808,40) dan Pembangunan Gedung Penyimpanan Barang Sitaan Kejaksaan Negeri Kota Depok (Nilai Kontrak Rp 2.833.383.252,82). (Ter)

482 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini