Di atap plafon terlihat bekas rembesan air hujan yang menyebabkan kerusakan

“Awalnya tembok gak rata, retak-retak dan atapnya bocor, tapi  setelah diperbaiki, justru tambah parah”

KOTA KEMBANG, INIDEPOK.com Pelaksana proyek pembangunan kantor Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) Jaya/2-2 Kota Depok parah.

Meski hasil pekerjaan awal pembangunan kantor Subdenpom yang berlokasi di kawasan Grand Depok City (GDC) Kota Kembang sudah dikomplain, namun tetap saja hasil (perbaikan)-nya terlihat mengecewakan.

Dari pantauan INIDEPOK.com (JBKD GRUP), upaya perbaikan yang dilakukan oleh pelaksana proyek justru semakin tidak memuaskan.

List pelindung atap plafon (gypsum) banyak yang terlihat lepas dan jatuh di beberapa sudut ruangan.

Di atap plafon juga semakin banyak yang bocor sehingga menyebabkan kerusakan dan bau yang tidak sedap.

Biar Gak Gagal Paham, Baca Juga : Pembangunan Kantor Subdenpom Jaya/2-2 Depok Dikeluhkan

Komandan Subdenpom Jaya/2-2 Kota Depok, Kapten Cpm Febriardie Bobihoe mengaku kecewa dengan kinerja dari pelaksana proyek.

Menurutnya, pelaksana proyek tidak profesional dan justru terkesan asal-asalan dalam melaksanakan pekerjaannya.

“Ini benar-benar parah. Masa kerjaannya seperti ini. List plafon pada copot. Atap plafon juga terlihat banyak yang bocor”, ujar Dansub dengan nada kecewa, Selasa (2/4/2019).

Sembari menunjukkan bukti-bukti kerusakan (Meski sudah diperbaiki, red), Dansub berharap Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) selaku pihak yang memberi pekerjaan dapat menjatuhkan sanksi kepada tim pengawas proyek dari Dinas dan Konsultan.

Retak di dinding (Tembok) sel

“Kalau untuk perusahaan dan pelaksana proyek tetap harus bertanggung jawab. Mereka harus memperbaiki pekerjaannya. Masa kerjaan seperti ini”, pungkas Dansub kesal.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan kantor Subdenpom Jaya/2-2 Kota Depok dilaksanakan oleh PT. Duta Tondon Perkasa yang beralamat di Jl. Masjid Al Wustho No. 10 CC Lt. 2 Rt. 009 Rw. 007 Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Bekas air (bocor) di atap plafon pintu masuk

PT. Duta Tondon Perkasa diketahui memenangi lelang yang digelar pada tahun 2018 itu dengan nilai penawaran sebesar Rp 2.845.000.000,-.

Pada tahap awal (penyelesaian) pekerjaan, hasilnya sangat mengecewakan. Tembok terlihat berliku-liku dan retak di hampir seluruh ruangan.

Biar Gak Gagal Paham, Baca Juga : Baru Dibangun, Kantor Subdenpom Depok Sudah Bocor dan Retak

Sebelumnya, Calon Ketua Dewan Pimpinan Kota (DPK) Lakri Kota Depok, Muhammad Kanta dan Sekretaris DPK, H. Novli Adri Siregar terlihat datang ke lokasi Kantor Subdenpom Jaya/2-2 bersama jajaran pengurus Lakri lainnya.

Kondisi bangunan tampak belakang

M. Kanta dan para pengurus Lakri Kota Depok langsung masuk ke dalam gedung kantor dan mengambil foto-foto dokumentasi pembangunan kantor tersebut.

Usai berkeliling, M. Kanta mengatakan bahwa bangunan gedung baru yang dikerjakan oleh PT. Duta Tondon Perkasa dinilai amburadul.

“Dinding tembok bangunan kantor banyak yang retak. Atap plafon juga banyak yang bocor dan tidak dikompon. Sementara pintu ruangan menggunakan papan triplek yang ringan”, ujar M. Kanta.

Senada dengan itu, Sekretaris DPK Lakri, H. Novli mengatakan bahwa lantai keramik yang digunakan juga berukuran 60 “banci”.

Sementara anggota tim ahli DPK Lakri, Janer Damanik mengatakan bahwa pihak rekanan yang memenangi lelang bangunan dari Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok itu dinilai berani.

Menurut Janer, meski sedang membangun kantor Subdenpom, pihak rekanan terkesan asal-asalan mengerjakannya.

“Ini kalau ditindaklanjuti pasti akan ramai. Pihak rekanan bekerja asal jadi di “sarang macan”. Tinggal Komandan Subdenpomnya sekarang maunya gimana”, ujar Janer dilokasi kantor Subdenpom.

Hingga berita ketiga ini dimuat, Kepala Dinas Rumkim Kota Depok, Dudi Miras belum mau berkomentar. Pesan singkat yang dikirimkan ke telepon selulernya pun belum dijawab.

Penulis : Ferry Sinaga

 6,459 total views,  1 views today