Penampakan sepatu PDL Damkar yang dibeli menggunakan dana APBD tahun 2018. Sepatu ini jauh dari kata safety karena tidak dilindungi lapisan besi dibagian depan dan bawah sepatu (Double Safety)

Cilodong, inidepok.com – Dugaan markup Pembelian sepatu PDL Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Kota Depok, Jumat (26/3/2021).

Laporan yang dikirim melalui situs online Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kejaksaan Negeri Depok itu menitikberatkan pada keluhan anggota Damkar dan dugaan adanya markup harga pembelian sepatu.

“Berdasarkan data dan hasil pengecekan harga sepatu PDL di beberapa toko online, diduga kuat bahwa pembelian sepatu itu telah di markup. Dari beberapa contoh sepatu yang tingkat kemiripannya 90 persen dengan sepatu yang dibagikan kepada anggota Damkar tahun anggaran 2018, disinyalir bahwa markup harga yang dilakukan cukup lumayan”, ujar Koordinator Tim Jaringan Berita Kota Depok (JBKD), Merlin Sinaga, Sabtu (27/3/2021).

Lebih jauh pria yang akrab disama Ferry ini mengatakan bahwa alokasi dana yang dianggarkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok untuk pembelian sepatu PDL (TA. 2018) adalah sebesar Rp 199.750.000,-.

Bukti laporan ke PTSP Kejaksaan Negeri Kota Depok

“Dana sebanyak itu, dianggarkan untuk pembelian 235 pasang sepatu PDL. Jadi jika dihitung satuan, harga sepasang sepatu PDL itu adalah Rp 850 ribu rupiah”, ujar Ferry sembari menunjukkan bukti laporannya ke Kejaksaan Negeri Depok.

Padahal jika kita mau jujur, lanjut Ferry, kita bisa lihat di sejumlah toko online bahwa harga sepatu safety PDL itu ada yg lebih murah, tetapi kualitas barangnya tidak murahan. Dengan harga Rp 330 ribu sampai dengan 500 ribu, sudah bisa kok dapat sepatu safety PDL yang kualitasnya bagus. Tetapi kenyataannya, Dinas Damkar justru membeli sepatu dengan harga satuan Rp 850 ribu dengan kualitas barang yang seperti itu (Bukan sepatu Safety)”, pungkas Ferry.

Dikeluhkan

Sebelumnya, beberapa anggota Dinas Damkar mengaku kecewa karena sepatu PDL yang dibagikan jauh dari kata safety (aman).

Dibagian depan sepatu tidak dilapisi besi pelindung, sementara di bagian bawah sepatu juga tidak ada besi plat yang dapat melindungi kaki dari benda tajam seperti paku.

Meski hal itu telah lama dikeluhkan, namun mereka mengaku takut untuk mengungkapkan kebenaran karena diancam akan dikeluarkan dari satuan tempatnya bekerja.

“Kalau kami protes, kami pasti diancam akan dikeluarkan dari Damkar. Terpaksa kami harus tutup mulut meskipun banyak hal yang menurut kami tidak sesuai”, ujar anggota Dinas Damkar yang enggan disebutkan namanya.

Lebih jauh sumber berharap, aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti hal ini supaya ada perbaikan di Dinas Damkar Kota Depok.

“Kami berharap, aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti hal ini supaya ada efek jera. Setidaknya, para petinggi di Dinas Damkar bisa lebih memikirkan keselamatan para anggota yang bertugas dilapangan”, harap sumber. (Tim)

Baca Juga : Parah !!! Sepatu PDL Damkar Seharga Rp 850 ribu, Ternyata Seperti Ini Kualitasnya

 2,341 total views,  1 views today