Karaoke “Bodong” di Jalan Raya Bogor Km 38 Makan Korban, Jual Miras dan Buka Sampai Dini Hari

Tapos, inidepok.com – Seorang pria bernama Giyatno babak belur dikeroyok sejumlah pengunjung tempat karaoke di jalan raya Jakarta – Bogor Km 38, Tapos Depok, Minggu, (27/10/2019) dini hari.

Korban terlihat mengalami luka lebam dan berdarah di bagian wajahnya akibat dikeroyok sejumlah pengunjung yang sedang dalam pengaruh minuman beralkohol.

IS, salah seorang sumber yang sedang melintas di tempat kejadian mengatakan bahwa keributan terjadi sekira pukul 00.45 wib di tempat karaoke Family.

Korban pengeroyokan di tempat karaoke Family dilarikan ke RS Tugu Ibu

“Info sekilas yang saya dengar, korban sudah mabuk dan terjadi selisih paham dengan pengunjung yang lain. Karena ada ketersinggungan, terjadilah pemukulan dan pengeroyokan di tempat karaoke itu. Korban dilarikan ke RS Tugu Ibu”, ujar IM, Minggu, (27/10/2019).

Sumber lain yang sedang berada tak tauh dari tempat kejadian juga membenarkan peristiwa tersebut.

Namun sumber berinisial DH itu mengaku tidak tahu menahu ujung permasalahnya.

“Iya betul ada kejadian (keributan), tapi saya kurang tau apa masalahnya. Ada korban luka satu orang. Saya tidak kenal”, ujar DH.

Halaman parkir tempat kejadian keributan

Info lain yang didapat inidepok.com (JBKD Grup), tempat Pengobatan Urut Tradisional “Asandra” sekaligus tempat karaoke “Family” yang berada di sebuah ruko (seberang hotel Uli Artha) itu kerap buka sampai pukul 02.00 wib, bahkan bisa hampir menjelang subuh.

Selain menyediakan minuman keras (miras), kabarnya panti pijat dan tempat karaoke itu juga tidak mengantongi ijin resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Depok (Baca : Bodong).

“Tempat usaha itu memang bandel. Kadang bukanya sampai lewat jam 2 pagi”, ungkap HR, warga Tapos yang geram dengan adanya tempat usaha ilegal tersebut.

Untuk lantai 1, lanjut HR, dipakai sebagai ruang karaoke. Sementara di lantai 2 ruko tersebut dipakai untuk pijat tradisional.

“Kalau gak salah, pekerja di lantai 2 ada sekitar 3 orang, sementara di lantai 1 (Karaoke, red) ada sekitar 7 orang. Selain itu, sejak ada tempat karaoke, panti pijat itu juga buka sampai malam hari”, beber HR kesal.

97 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini