BOULEVARD, INIDEPOK.com Buni Yani akhirnya datang memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, Jumat (1/2/2019).

Buni Yani terlihat datang bersama kuasa hukumnya pada Jumat petang dan langsung menuju ke ruang Pidana Umum (Pidum) Kejari Depok.

Kepada awak media yang sudah menunggu sejak pagi, Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Abdul Muis Ali mengatakan bahwa kedatangan Buni Yani ke Kejari Depok untuk menandatangani berita acara penahanan terkait vonis Pengadilan Negeri Bandung yang menjatuhkan hukuman selama 18 bulan penjara.

“Buni Yani telah di vonis melanggar Pasal 32 ayat 1 UU ITE oleh Pengadilan Negeri Bandung. Ia dikenai sanksi hukuman selama 18 bulan penjara”, ujar Abdul Muis Ali, Jumat (1/2/2019).

Sementara itu, Buni Yani yang kesandung kasus unggahan video ujaran kebencian ini menampik tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya.

Bahkan mantan dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta ini berani bersumpah dan meminta Allah untuk memberikan azab jika ia melakukan pengeditan ataupun pemotongan alur video yang diunggahnya ke jejaring sosial Facebook beberapa waktu lalu.

“Tidak, bukan saya yang lakukan. Saya sumpah demi Allah,” ujar Buni.

Sementara itu, kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan Peninjauan Kembali (PK) yang dijatuhkan kepada kliennya.

“Sedang disiapkan dan akan segera kami ajukan dalam waktu dekat,” ungkap Aldwin.

Sebagai informasi, Kejari Depok mengeksekusi Buni Yani ke Lapas Gunung Sindur atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengandaskan kasasi Buni Yani pada November 2018 silam.

Kasus Buni Yani bermula dari unggahan rekaman video pidato Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Facebook dan menghilangkan kata ‘pakai’ dalam transkripannya.

Buni Yani dinilai menyebarkan ujaran kebencian dengan menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian terhadap masyarakat bernuansa SARA lewat unggahannya itu.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung pada 14 November tahun lalu menjatuhkan vonis satu tahun enam bulan penjara kepada Buni Yani.

Buni Yani sempat mengajukan banding hingga kasasi, namun upaya hukumnya selalu ditolak.

 263 total views,  1 views today