Salah satu Kafe yang berada di seberang Hotel Uli Artha terlihat beroperasi hingga menjelang subuh dan Mengabaikan Protokol Kesehatan serta menjual minuman keras

Tapos, suaradepok.com – Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny dan Komandan Kodim 0508 Depok, Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj bereaksi terkait informasi yang mengatakan bahwa di kawasan jalan raya Bogor Kecamatan Tapos Depok ada kafe yang buka hingga menjelang subuh dan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Lienda, Kafe yang beroperasi di sebuah ruko, tepatnya di seberang hotel Uli Artha itu sudah pernah mendapatkan peringatan karena kedapatan menjual miras dan melanggar jam operasional yang ditentukan.

“Kafe Kris itu pernah ditindak oleh Satpol PP karena terbukti melakukan pelanggaran, yakni menjual miras dan buka melebihi jam operasional yang ditetapkan. Jika masih tetap nekat melakukan pelanggaran, kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas kepada pemilik/pengelola tempat usaha itu. Bisa berupa denda maupun penutupan sementara tempat usahanya”, tegas Lienda, Rabu (28/10/2020).

Terpisah, Komandan Kodim (Dandim) 0508 Depok, Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj juga terlihat geram.

Pasalnya, tempat hiburan malam yang masih nekat melakukan pelanggaran jam operasional dan protokol kesehatan sebagaimana dianjurkan pemerintah, berarti menantang petugas, yang dalam hal ini satgas pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Kafe Penjual Miras Nekat Buka Sampai Subuh dan Abaikan Protokol Kesehatan

Dandim) 0508 Depok, Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj
Dandim) 0508 Depok, Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj

Sebagai salah satu tim Satgas Covid-19 Kota Depok, Dandim merasa dilecehkan oleh para pemilik dan pengelola tempat hiburan malam yang terkesan nekat tersebut.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Depok. Tetapi kalau masih ada pengelola tempat usaha yang mau main-main, kami tidak akan segan melakukan tindakan tegas. Saya akan perintahkan anggota saya untuk terus memonitor tempat-tempat tersebut”, tegas Dandim, geram.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah masyarakat di kawasan Tapos juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk menutup tempat-tempat maksiat yang masih bebas beroperasi di lingkungan wilayahnya.

Menurut Sutoyo, salah seorang warga Jatijajar, keberadaan tempat-tempat hiburan malam yang menyediakan minuman keras dan mempekerjakan perempuan berpakaian seksi diwilayahnya itu dianggap meresahkan.

Apalagi dimasa pandemi seperti saat ini, masyarakat mengaku resah dengan tingkat kerawanan dan ancaman dari penyebaran kasus covid-19 di lingkungan warga.

“Tempat-tempat hiburan malam seperti itu bisa menjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Apalagi mereka kerap terlihat berkumpul berdekatan tanpa mengenakan alat pelindung diri seperti masker. Satgas penanganan Covid-19 di Kota Depok harus segera memberikan tindakan tegas supaya dapat mencegah penyebaran kasus Covid-19 yang lebih luas di Kota Depok. Kalau perlu, tutup sajalah tempat-tempat maksiat seperti itu. Bikin resah warga saja”, pungkas Sutoyo kesal. (MFS)

 2,291 total views,  1 views today