Hendak Pergi Kerumah Bibi, AR Di Bacok Pelajar Hingga Alami Patah Tulang

Inidepok.com – Cipayung

Seorang anak baru gede (ABG) yang masih mengenakan seragam sekolah menjadi korban pembacokan di dekat kantor kecamatan Cipayung, Kamis (18/07/2019). Korban berinisial AR (16) saat itu hendak menuju ke rumah bibinya.

Di Jalan Belimbing, korban dihadang oleh sekelompok pelajar lain. Mereka diperkirakan sebanyak 18 orang yang menggunakan 9 sepeda motor.

Dari penghadangan yang dilakukan, Adrian dibacok di bagian belakang punggung dengan menggunakan clurit.

Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Roni Agus Wowor mengakui bahwa dirinya sudah mengetahui kejadian tersebut atas laporan yang dilakukan orang tua Adrian.

Petugas kepolisian dari tim 3 Reskrim Polres Panmas langsung terjun ke lokasi.

“Kami sudah menerima laporan, kemarin tim langsung ke rumah sakit meminta keterengan dari korban dan keluarga. Kami masih melakukan penyelidikan, cari saksi, dan petunjuk lainnya,” kata Kapolsek kepada wartawan, Jumat (18/07).

“Bagi keluarga korban maupun kerabat segera laporkan apabila ada info tambahan yang terkini biar kami selidiki lebih lanjut. Saya himbau kepada masyarakat apabila bertemu kejadian serupa segera laporkan ke petugas kami di lapangan atau langsung datang ke kantor,” tambahnya.

Dilokasi berbeda, ibu korban, Ina Reifwutu menyayangkan kejadian tersebut. Sebab saat itu Adrian dari rumah hendak menuju ke rumah tantenya yang tak jauh dari kediamannya di Bulak Barat, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung, Depok.

“Dia mau ke rumah ade saya, tapi mampir dulu ke rumah temannya di daerah Jalan Belimbing situ buat ambil casan karena ketinggalan tadi di sekolah,” ujar Ina sambil menangis di ruang rawat 1601 RS Citama.

Ia pertama kali mendapatkan info dari guru. Saat itu Ina menghubungi anaknya namun tak kunjung di jawab. Beberapa menit kemudian, panggilan masuk dari nomer anaknya masuk dan yang bicara gurunya.

“Ibu saya guru BP Adrian, anak ibu sekarang masuk rumah sakit karena jadi korban tawuran. Ibu segera kesini, kami tunggu,” ucap Ina memperagakan perkataan sang guru.

Adrian saat terbaring di kasur perawatan mengungkapkan bahwa hampir ada 20 orang dengan seragam yang berbeda, ada yang menggunakan batik hijau, ada yang pakai seragam biasa, serta ada pula yang werpack.

“Ya mereka teriak Wika Bogor.. Wika Bogor.. pas saya turun mau lari tapi mereka sudah dekat dan membacok saya,” jelasnya dengan nada yang berbata-bata.

Akibat dari bacokan clurit itu, Adrian mengalami dua tulang iga patah serta dijahit sebanyak 3 jahitan dengan kedalaman hampir 5cm.

Pihak keluarga memohon kepada pihak berwajib untuk bisa menindak dengan tegas dan nyata dengan menangkap para pelaku. Keluarga juga meminta kamera perekam atau CCTV yang terdapat di salah satu ruko di dekat lokasi kejadian untuk di jadikan barang bukti, agar pelakunya ketahuan dengan jelas. (Guntur)

90 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini