Pancoran Mas, inidepok.com –
Guyuran hujan lebat selama beberapa hari belakangan kembali mengakibatkan longsor.

Dari catatan media ini, dalam beberapa hari belakangan sudah terjadi tiga kali longsor di tiga titik yang berbeda.

Pada Rabu (21/10/2020) malam, telah terjadi longsor di tebing penahan tanah Jalan Gandaria1, Ratu Jaya, Cipayung, Kota Depok.

Kemudian pada Minggu (25/10/2020) sekira pukul 16.30 wib, juga terjadi longsor di lokasi berbeda.

Kondisi turab yang longsor

Material dinding penyangga perumahan (cluster) Khatelia yang berlokasi di kawasan Boulevard Grand Depok City (GDC) Rt 07 Rw 07 Kelurahan Kalimulya Kecamatan Cilodong Kota Depok terlihat ambruk dan menutup sebagian saluran sungai Cikumpa.

Baca Juga : Diguyur Hujan Lebat, Perumahan Khatelia GDC dan Jalan Gandaria Longsor

Sementara untuk turab dan jalan Wadas Raya yang berlokasi di RT 2, RW 14 Kelurahan Pancoran Mas Depok diketahui amblas sejak Rabu (28/10/2020) sore.

Lalin Terganggu

Berdasarkan pantauan tim Jaringan Berita Kota Depok (JBKD), amblasnya turab dan jalan Wadas Raya Pancoran Mas itu menyebabkan arus lalu lintas yang menghubungkan jalur Citayam-Sawangan-Margonda menjadi terganggu.

Padahal dalam setiap harinya, jalur tersebut diketahui sangat padat. Terutama pada saat jam pulang pergi warga yang melaksanakan aktivitas rutin setiap harinya.

Ketua RW 14 Kelurahan Pancoran Mas, Mulyawan pun membenarkan hal tersebut.

Dikatakan Mulyawan, amblasnya turab dan jalan Wadas itu terjadi saat hujan lebat pada Rabu (28/10/2020) sore sekitar pukul 18.40 WIB.

Di Badan jalan juga lerlihat lubang berdiameter sekitar lima meter dengan kedalaman dua meter sehingga dapat membahayakan pengguna jalan tersebut.

“Sebelumnya sudah ada retakan dan badan jalan turun beberapa sentimeter. Untung saja tidak terjadi kecelakaan saat kejadian pertama dan kedua meski lalu lintas kendaraan cukup ramai karena jam orang pulang kantor,” ujar Mulyawan saat berada di lokasi.

Terpisah, Adit, salah seorang warga sekitar mengungkapkan bahwa peristiwa longsong turab Wadas sudah terjadi dua kali.

“Peristiwa longsor pertama terjadi empat bulan lalu dan sudah diperbaiki. Tetapi pada Rabu (28/10/2020) kemarin, turab tersebut kembali longsor dan mengakibatkan kerusakan pada bahu jalan”, ungkap Adit, Senin (2/11/2020).

Lebih jauh Adit berharap, Pemerintah Kota Depok melalui dinas terkait dapat segera melakukan upaya perbaikan karena kondisinya sudah sangat membahayakan keselamatan para pengguna jalan raya.

“Sampai hari ini belum terlihat adanya upaya perbaikan dari Pemkot Depok. Mudah-mudahan kerusakan itu bisa segera diperbaiki karena kondisi jalannya sudah sangat membahayakan para pengguna jalan”, pungkas Adit berharap.

Penulis : Deanny Aldi
Editor : Ferry Sinaga

 2,508 total views,  3 views today