Kondisi atap plafon salah satu bangunan SDN yang ada di Kota Depok

Balaikota, inidepok.com – Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok akan memangkas sejumlah kegiatan pembangunan dan Rehab di sejumlah lokasi.

Hal itu dikarenakan masih fluktuatifnya situasi pandemi Covid-19 sehingga pemerintah Kota Depok kembali melakukan penghematan anggaran atau refocusing di tahun 2021 ini.

“Ya, benar. Untuk tahun 2021 ini, alokasi dana kegiatan yang ada di bidang saya hanya Rp 141 miliar. Dari total nilai itu, akan dipakai untuk kegiatan lanjutan pembangunan RSUD wilayah timur senilai Rp 115 miliar. Kemudian untuk pembangunan (lanjutan) GOR akan menelan biaya sebesar Rp 12 miliar”, ujar Kepala bidang tata bangunan Disrumkim Kota Depok, Suwandi, Rabu (17/2/2021).

Lebih jauh Suwandi mengungkapkan, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) juga sudah meminta supaya Disrumkim melakukan refocusing anggaran sebesar 15 persen untuk penanganan Covid-19.

Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Rumkim Kota Depok, Suwandi

Untuk itu, lanjut Suwandi, tidak akan ada kegiatan pembangunan sarana prasarana untuk bidang pendidikan baik SD maupun SMP, bidang kesehatan seperti Puskesmas dan juga bidang pemerintahan seperti kantor kelurahan dan kecamatan pada tahun anggaran 2021 ini.

“Jadi ada kemungkinan bahwa kegiatan tahun 2021 hanya ada lanjutan pembangunan GOR dan lanjutan RSUD Tapos. Sementara yang lainnya tidak ada. Itupun TAPD tetap meminta untuk anggaran GOR dan RSUD bisa dipangkas lagi,” ungkap Suwandi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim Jaringan Berita Kota Depok (JBKD), tahun ini ada sejumlah kegiatan pembangunan dan rehabilitasi sekolah serta puskesmas.

Namun kegiatan itu nampaknya akan dicoret mengingat keterbatasan anggaran yang ada di bidang tata bangunan Disrumkim.

Adapun alokasi dana kegiatan yang terancam dicoret itu, antara lain :

1). Pembangunan dan Penataan Lingkungan SMP Negeri 20 : Rp 523,010,000,-

2). Rehabilitasi dan Penataan Lingkungan SMP Negeri 12 : Rp 516,022,000,-

3). Rehabilitasi dan Penataan Lingkungan SDN Kemiri Muka 1 : Rp 105,165,000,-

4). Rehabilitasi dan Penataan Lingkungan SDN Gandul 2 : Rp 57,000,000,-

5). Rehabilitasi dan Penataan Lingkungan SMPN 22 : Rp 363,957,000,-

5). Rekonstruksi dan Penataan Lingkungan SDN Sindangkarsa 2 : Rp 955,785,600,-

6). Pembangunan dan Penataan Lingkungan Puskesmas Jatijajar : Rp 3,490,560,000,-

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, M. Thamrin mengaku belum mendapatkan informasi terkait kegiatan pembangunan dan rehabilitasi sejumlah sekolah yang telah diajukan oleh pihaknya.

Bahkan Thamrin juga mengaku belum mengetahui bahwa sejumlah kegiatan proyek perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang telah diajukan bakalan dicoret karena adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Saya justru belum dapat informasi dari Disrumkim terkait kegiatan mana saja yang di ACC”, ujar Thamrin melalui pesan singkat WhatsApp.

Lebih jauh Thamrin berharap, kegiatan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan yang telah diajukan bisa tetap dilaksanakan mengingat kebutuhan.

“Tolong, kalau bisa dipertahankan supaya perbaikan sarana dan prasarana sekolah jangan dihapus. Total anggarannya hanya Rp 2,5 miliar kok. Sementara sekolah yang ada saat ini kan masih sangat minim”, pungkas Thamrin berharap.

Sebagai informasi, Pembangunan RSUD Kota Depok Wilayah Timur untuk tahap pertama telah dilaksanakan pada tahun 2020.

Lelang proyek yang digelar Disrumkim Kota Depok dengan nilai pagu sebesar Rp. 101.673.502.000,- tersebut dimenangkan oleh PT BRANTAS ABIPRAYA (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp 93.541.144.802,08.

Sementara untuk pekerjaan Pembangunan dan Penataan Lingkungan Gor Kota tahap 1, dilaksanakan pada tahun 2019.

Proyek dengan pagu sebesar Rp. 18.866.163.000,- itu dilaksanakan oleh PT. Anggadita Teguh Putra dengan nilai kontrak sebesar Rp 18.517.389.000,-.

Penulis : M. Ferry Sinaga

 2,465 total views,  1 views today