Dinding penahan tanah perumahan ambruk sehingga tanah diatasnya menjadi longsor

Boulevard, inidepok.com – Hujan lebat yang mengguyur beberapa hari belakangan ini telah menyebabkan longsor di sejumlah kawasan yang ada di Kota Depok.

Salah satunya tertadi pada Minggu (25/10/2020) sekira pukul 16.30 wib, dimana material dinding penyangga perumahan (cluster) Khatelia yang berlokasi di kawasan Boulevard Grand Depok City (GDC) Rt 07 Rw 07 Kelurahan Kalimulya Kecamatan Cilodong Kota Depok terlihat ambruk dan menutup sebagian saluran sungai Cikumpa.

Berdasarkan informasi yang diterima tim inidepok.com, menyebutkan bahwa awal mula longsor terjadi pada Sabtu, (24/10/2020) sekitar pukul 19.30 wib malam.

Saat itu, Warjo, salah seorang warga mengaku mendengar suara gemuruh dari dari arah perumahan Khatelia yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

Dinding penyangga tanah yang ambrukMenurut Warjo, saat terdengar suara gemuruh, kondisi saat itu sedang turun hujan lebat. Ia pun mengaku tidak berani keluar rumah untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Barulah keesokan harinya Warjo bersama beberapa orang warga melihat ke lokasi sumber suara semalam.

“Dan benar saja. Dinding tembok penyangga tanah perumahan Khatelia terlihat ambruk dan menyebabkan tanah longsor sekira 25 meter dengan ketinggian kurang lebih 7 meter”, ujar Warjo menceritakan, Minggu (25/10/2020).

Meski demikian, lanjut Warjo, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut.

Material longsor yang mengakibatkan penyempitan aliran sungai Cikumpa“Tidak ada korban jiwa sih. Tetapi sampai dengan Minggu sore, masih terlihat longsoran tanah dan dinding pembatas Perumahan. Upaya perbaikan juga belum dilakukan oleh pihak pengembang perumahan”, pungkas Warjo mengungkapkan.

Dihubungi terpisah, Humas GDC, Hasan membenarkan bahwa telah terjadi longsor di perumahan Khatelia akibat hujan deras yang mengguyur sejak beberapa hari belakangan ini.

Hasan juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan proses pembangunan dan penyempurnaan pekerjaan infrastruktur di lokasi tersebut.

“Besok, Senin (26/10/2020), kami bersama tim teknik dan tim struktur akan melakukan analisa dilapangan untuk rencana tindakan perbaikan secepatnya”, ujar Hasan melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu malam.

Sebelumnya, pada Rabu (21/10/2020) malam, juga telah terjadi longsor di tebing penahan tanah Jalan Gandaria1, Ratu Jaya, Cipayung, Kota Depok.

Dari keterangan warga sekitar, tebing tersebut longsor sekitar pukul 20.00 wib atau berbarengan dengan derasnya hujan yang turun ketika itu.

“Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian material. Tinggi tebing sekitar 6 meter dengan lebar longsor 8 meter,” kata Encep, salah seorang warga sekitar.

Musibah itu, kata Encep, membuat tiga rumah lainnya yang berada di sekitar lokasi terancam ambruk.

Mewakili warga sekitar, Encep berharap adanya penanganan segera guna menghindari bertambahnya korban atau kerugian yang dialami warga.

“Dibutuhkan bronjong segera, jika tidak 3 rumah tersebut bisa roboh akibat tebing terkikis aliran sungai Ciliwung,” ujarnya.

Namun demikian, Encep mengaku perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) sudah ada yang meninjau lokasi longsor.

Hanya saja, hasil tinjauan tersebut belum diketahui apakah berbuah pada penanganan segera atau tidak.

(Penulis : M. Ferry Sinaga)

 2,553 total views,  2 views today