Barang bukti minuman keras yang disembunyikan pemilik kafe kris di dalam sebuah mobil Toyota Rush

Tapos, inidepok.com – Petugas gabungan Satpol PP, Kepolisian, TNI dan Dishub Kota Depok akhirnya menggerebek kafe Kris yang berlokasi di Jalan Raya Bogor, Tapos, Jumat (30/10/2020) malam.

Setelah ramai diberitakan, Kafe Kris yang berani beroperasi di tengah pandemi covid-19 itu terbukti menyediakan Minuman Keras (Miras) dan beroperasi melebihi ketentuan jam malam.

Saat digerebek, posisi pintu kafe Kris terlihat ditutup. Tetapi petugas yang sudah terlebih dulu memantau lokasi itu mendengar suara musik dari dalam kafe.

Ketika pintu kafe dibuka, di dalam kafe ternyata ada sejumlah waitress yang sedang menunggu tamunya.

Petugas yang melakukan penggeledahan pun curiga karena tidak menemukan minuman keras di dalam kafe tersebut.

Barang bukti minuman keras yang disita petugas

Tetapi saat salah seorang petugas melihat ke dalam mobil Toyota Rush warna putih yang terparkir di depan kafe, petugas mencurigai adanya seorang wanita yang berada di dalam mobil tersebut.

Dan benar saja, saat pintu mobil di buka, DH pemilik/pengelola kafe kris terlihat bersembunyi di dalam mobil bersama dengan ratusan botol miras yang akan dijual di kafe tersebut.

DH pun tak berkutik. Kepada petugas, ia mengakui bahwa memang benar ditempat itu (Kafe Kris, red) menjual minuman keras kepada para pengunjung yang datang.

Dari pantauan di lokasi, terlihat petugas gabungan langsung melakukan pendataan KTP kepada para waitress dan pemilik kafe.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kota Depok, Taufik Rahman mengatakan bahwa penertiban yang dilakukan itu merupakan bagian dari peraturan pembatasan jam operasional tempat usaha sekaligus senagai upaya pencegahan penyebaran covid-19 di masa pandemi.

“Kami melakukan pendataan kepada semua pegawai yang ada di TKP dan kita juga menyita seluruh miras yang ada. Hari Senin akan kita proses di kantor Satpol PP. Untuk para pegawai yang ada saat ini tidak kami kumpulkan di satu titik, mengingat masih dalam pandemi Covid-19,” ujar Taufik, Kamis (30/10/2020) malam.

Lebih jauh Taufik menegaskan, terkait perijinan kafe Kris, pihaknya akan mendalami ada tidaknya ijin operasional tempat tersebut.

“Kami akan tidak lanjuti lebih mendalam terkait izin usaha baik kafe dan panti pijat yang ada di sebelahnya. Malam ini juga kami minta agar tempat-tempat tersebut ditutup mengingat batas waktu jam operasional sudah habis dan menunggu adanya proses lebih lanjut”, ujar Taufik menjelaskan.

Terpisah, Alif, salah seorang warga Jatijajar yang ditemui saat berada di lokasi mengaku senang dengan adanya razia tersebut.

Menurutnya, tempat usaha itu dinilai rawan karena sering terlihat orang mabuk yang keluar masuk.

“Alhamdulillah, akhirnya dirazia juga. Soalnya kafe itu kalau buka sampai menjelang subuh dan sering ada keributan disitu dan saya mengapresiasi gerakan dari petugas gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP Kota Depok yang melakukan penertiban ditempat tersebut,” ujar Alif.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny dan Komandan Kodim 0508 Depok, Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj geram terkait informasi yang mengatakan bahwa di kawasan jalan raya Bogor Kecamatan Tapos ada kafe yang buka hingga menjelang subuh dan tidak mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Lienda, Kafe yang beroperasi di sebuah ruko, tepatnya di seberang hotel Uli Artha ini sudah pernah mendapatkan peringatan karena kedapatan menjual miras dan melanggar jam operasional yang ditentukan.

“Kafe Kris itu pernah ditindak oleh Satpol PP karena terbukti melakukan pelanggaran, yakni menjual miras dan buka melebihi jam operasional yang ditetapkan. Jika masih tetap nekat melakukan pelanggaran, kami tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas kepada pemilik/pengelola tempat usaha itu. Bisa berupa denda maupun penutupan sementar tempat usahanya”, tegas Lienda, Rabu (28/10/2020).

Tak hanya Lienda, Komandan Kodim 0508 Depok, Kolonel Inf Agus Isrok Mikroj juga terlihat geram.

Pasalnya, tempat hiburan malam yang masih nekat melakukan pelanggaran jam operasional dan protokol kesehatan sebagaimana dianjurkan pemerintah, berarti menantang petugas, yang dalam hal ini satgas pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga : Kafe Penjual Miras Nekat Buka Sampai Subuh dan Abaikan Protokol Kesehatan

Sebagai salah satu tim Satgas Covid-19 Kota Depok, Dandim merasa dilecehkan oleh para pemilik dan pengelola tempat hiburan malam yang terkesan nekat tersebut.

“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Depok. Tetapi kalau masih ada pengelola tempat usaha yang mau main-main, kami tidak akan segan melakukan tindakan tegas. Saya akan perintahkan anggota saya untuk terus memonitor tempat-tempat tersebut”, tegas Dandim, geram.

Terpisah, sejumlah masyarakat di kawasan Tapos juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk menutup tempat-tempat maksiat di wilayahnya.

Apalagi dimasa pandemi seperti saat ini. Masyarakat mengaku resah karena tingkat kerawanan dan percepatan penyebaran kasus covid-19 di lingkungan warga.

“Tempat-tempat hiburan malam seperti itu bisa menjadi cluster baru penyebaran Covid-19. Apalagi mereka kerap terlihat berkumpul berdekatan tanpa mengenakan alat pelindung diri seperti masker. Satgas penanganan Covid-19 di Kota Depok harus segera memberikan tindakan tegas supaya dapat mencegah penyebaran kasus Covid-19 yang lebih luas di Kota Depok. Kalau perlu, tutup sajalah tempat-tempat maksiat seperti itu. Bikin resah warga saja”, pungkas Wanto, salah seorang warga Tapos yang mengaku geram dengan adanya kafe yang menyediakan miras tersebut. (MFS)

 203 total views,  3 views today