SUKMAJAYA, inidepok.com – Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Depok, Denny Romulo Hutahuruk menegaskan, Depok membutuhkan tambahan rumahsakit darurat untuk dapat menampung pasien Covid-19.

“Melihat kondisi sekarang, Wisma Makara Universitas Indonesia (UI) dan Pusat Studi Jepang UI sudah tidak mungkin lagi untuk dapat menampung,” ujar Denny, Senin 18/01/21.

Dijelaskan dia, daya tampung di Makara UI hanya 120 tempat tidur, dan PSJ UI 30 tempat tidur. Sedangkan, setiap harinya jumlah warga yang terpapar covid mencapai kurang lebih 400 orang.

“Jika tren warga yang terpapar covid terus naik selama seminggu ke depan bisa dipastikan sudah tidak adalagi tempat untuk menampung. Sedangkan di Wisma Atlet juga sudah penuh,” terangnya.

Saat ini lanjut dia, pihaknya telah meminta Pemkot Depok untuk membuat rumahsakit darurat untuk menampung.

“Tadinya kami meminta gelanggang olahraga (GOR) Depok untuk dipakai, tapi tidak diberi ijin karena mau dilanjutkan pembangunanannya tahun ini. Akhirnya diberikan tempat di Balai Rakyat di Jalan Merdeka untuk dijadikan rumahsakit darurat,” ungkapnya.

Gelar Operasi Simpatik PPKM 

Sementara itu, guna menekan laju penyebaran Covid-19, Unsur Forkopimda Kota Depok menggelar operasi simpatik Pengawasan Penegakan Pembatasan Hukum dan Pendisiplinan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Walikota Depok, Muhammad Idris mengatakan, dalam giat penegakan PPKM di Kota Depok mengajak semua unsur Forkopimda termasuk satuan Polresto dan Kodim 0508 Depok berkolaborasi dalam memutus mata rantai penyebaran covid 19 di Kota Depok.

“Hari ini kita menggelar operasi simpatik dalam penerapan pendisiplinan PPKM di beberapa titik. Kegiatan ini dalam rangka inspeksi pendampingan,” ujar Idris.

Ditambahkan dia, selain perkantoran operasi dilakukan ke pasar, mall dan perkantoran. “Nanti akan kami pantau apa bener sudah berjalan dengan baik pendampingan ini berjalan inspeksi secara simpatik,” pungkasnya. (Ay)

 5,376 total views,  4 views today