Aniaya Warga Depok, Supir Bus Rosalia Indah Dipolisikan

Supir Terlihat Arogan dan Ugal-ugalan

Tirta Maulana Zamri (32), warga Pondok Tirta Mandala blok H 17 RT 002/019 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong Depok menjadi korban penganiayaan supir bus Rosalia Indah, Kamis pagi (24/1/2019) sekira pukul 04.00 Wib.

Pemuda yang merupakan karyawan di salah satu perusahaan swasta di Kota Depok ini menjadi korban penganiayaan Soklami (Supir bus Rosalia Indah, red), saat berada di pintu tol lingkar luar Cikunir Kota Bekasi.

Zamri menceritakan, saat itu ia bersama Istri dan ibunya akan pulang ke Depok dari Sumedang, Jawa Barat.

Saat berada di pintu tol lingkar luar Cikunir Kota Bekasi, ternyata saldo kartu e-tol yang dibawa Zamri tidak mencukupi.

Zamri kemudian meminta tolong kepada petugas gardu tol untuk mengisi ulang saldo kartunya.

Mendapati keluhan itu, petugas tol meminta Zamri untuk menepikan mobil yang dikendarainya.

Zamri kemudian melambaikan tangan kepada supir bus Rosalia Indah yang berada di belakang untuk bersabar karena ia sedang mengisi saldo kartu e-tol nya.

Luka lebam (benjol) di pipi kiri korban

“Tak disangka, setelah saya selesai mengisi saldo kartu tol, tiba-tiba pelaku mendatangi mobil saya dan langsung marah-marah. Setelah sempat adu argumen, pelaku memukul wajah saya sebanyak dua kali”, ungkap Zamri, Kamis (24/1/2019).

Aksi arogan supir bus Rosalia Indah itu, lanjut Zamri, kembali dilakukan setelah melewati gerbang tol Cikunir.

“Dengan ugal-ugalan, supir bus Rosalia Indah bernopol AD 1463 AU itu menyalip mobil yang saya kendarai dan melakukan beberapa kali pengereman mendadak, sehingga membahayakan pengguna jalan yang lain”, lanjut Zamri mengungkapkan.

Korban juga mengalami patah gigi atas

Akibat penganiayaan itu, Zamri terlihat mengalami luka lebam (benjol) di pipi sebelah kiri dan patah gigi dibagian atas.

Zamri kemudian melaporkan kejadian penganiayaan yang ia alami ke Polres Metro Bekasi Kota.

Setelah melaporkan kronologis kejadian, Zamri dibuatkan Surat Tanda Penerimaan Laporan / Pengaduan (STPLP) dengan Nomor : LP / 224/K/I/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota.

Pelaku dapat dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Korban mendapat perawatan usai dianiaya

Sebagai informasi, saat aksi penganiayaan dilakukan supir bus Rosalia Indah, ada empat orang saksi mata yang menyaksikan kejadian tersebut.

Saksi-saksi tersebut antara lain, Moresta (istri korban), Yuanita (Ibu Korban), petugas tol dan security yang berada di pintu tol lingkar luar Cikunir Kota Bekasi.

 588 total views,  1 views today